Ciamis (27/04), Gedung Ibnu Hayyan MAN 1 Ciamis menjadi saksi forum bergengsi Joint Conference. Konferensi tersebut digelar pasca-penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis. Salah satu poin yang digarisbawahi dalam perjanjian kerja sama tersebut yaitu penyelenggaraan Konferensi Bersama (Joint Conference).
Ketua Panitia Joint Conference, Ane Giselawati Auliah
(mahasiswi semester IV Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), menyebut bahwa
konferensi ini mempererat jejaring antar-institusi, khususnya antara UIN Sunan
Kalijaga, UID Ciamis, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Direktur Pascasarjana UIN
Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch Nur Ichwan, MA. menyatakan bahwa UID Ciamis
dianggap layak dijadikan partner kerja sama antar-lembaga, mengingat masih
jarang pesantren di Indonesia yang memiliki perguruan tinggi setingkat universitas.
Rektor UID Ciamis, Dr. Hj. N. Hani Herlina, S.Ag., M.Pd.I., hadir memberikan
kata sambutan sekaligus membuka Joint Conference dengan pesan penting,
“Studi Islam membutuhkan jamaah ilmiah, sebab tidak ada satu kampus pun yang
bisa hebat sendirian.”
Joint Conference Pasca UIN Suka x FUSA
UID Ciamis menghadirkan lima narasumber bertaraf global dan mengangkat tema
“Studi Islam: Pendekatan Lintas Disiplin.” Tema konferensi ini menyoal
persoalan linearitas program studi dan paradigma saintisme deterministik yang
dikenakan Kemendiktisaintek tatkala berencana menghapus program studi yang
tidak relevan dengan industri. Kelima narasumber mengangkat riset terkini (on-going
research) dan tawaran paradigmatis-konseptual dalam tajuk presentasi
berikut:
1) Prof. Dr. KH. Fadlil Munawwwar Manshur, MS. (Pengasuh Pesantren
Darussalam dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)
membahas “Studi Islam di Indonesia pada Era Posmodernisme;”
2) Prof Dr. Moch Nur Ichwan, MA (Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga)
membahas “Studi Islam: Dari Mono- dan Multi-disipliner ke Interdisipliner
Mendalam;”
3) Dr. Subi Nur Isnaini, Lc., MA. (Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga) membahas
“Gendered Materiality and Piety: The Feminised Features of the Qurʾānic
Mushaf in Contemporary Indonesia;”
4) Dr. phil. Munirul Ikhwan, Lc. M.A. (Pascasarjana UIN Sunan
Kalijaga) membahas “Al-Qur’an Sebagai Wacana: Rekonseptualisasi Ruang Publik
Masa Formatif Islam;”
5) Egi Tanadi Taufik, M.A., M.Sc. (Prodi IAT UID Ciamis) membahas “Fragmentologi
Naskah Santri Kelana Abad XIX-XX: Identitas, Transmisi Keilmuan, dan Jejaring
Transregional.”
Joint Conference dihadiri 250 peserta dari kalangan siswa sekolah, mahasiswa, civitas akademika perguruan tinggi, alumni, think tank, NGO, dan masyarakat umum. Sesi tanya jawab menjadi meriah sebab antusiasme tinggi para peserta pada topik konferensi. Semarak pada Joint Conference turut membuktikan bahwa studi Islam klasik (turāṡ) dan kontemporer masih relevan bagi audiens Jawa Barat, khususnya Kab. Ciamis.
Kontributor: Regina Natasya Nurul Aisyah, Fuad Ramdani, Rizki Nurjaman, Hilma Nurisobah, dan Sandi Juliana.
Foto: Dokumentasi Joint Conference (Dok. Imam, Nabil, Ilma, dan Ajid)





















