SEMINAR SEHARI : MOTIVASI BEREKONOMI SECARA SYARI`AH

Sistem ekonomi Islam merupakan penyelenggraan kegiatan perekonomian baik yang berhubungan dengan produksi, konsumsi distribusi ataupun penukaran yang berlandaskan pada asas syari’at Islam, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dalam rangka mewujudkan dan memperkuat pribadi ekonom muslim khususnya para mahasiswa, Fakultas Syari’ah Prodi Ekonomi Syari’ah Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis, mengadakan Seminar Sehari dengan tema “Motivasi Berekonomi Secara Syari’ah”, yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2014 di Aula IAID Ciamis.

Acara seminar berlangung selama 1 hari penuh diisi oleh pembicara yaitu R. Ainurrofik, S.E., M.M. selaku Motivator Bisnis Syari’ah, Pembicara Nasional Entrepreneur Miracle Quantum System, Praktisi Bisnis dan Keuangan Syari’ah. Ainurrofik menjelaskan urgensi ekonomi syari’ah dan saatnya berekonomi syari’ah bagi semua umat Islam. Menurutnya, bekerja menurut pandangan Islam adalah suatu kewajiban dan telah diatur dengan lengkap dalam Islam juga merupakan jalan untuk mengoptimalkan ibadah diri.

Ia menambahkan, terdapat banyak hadits tentang keharusan berusaha dan bekerja keras, di antaranya:
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian berusaha (bekerja), maka hendaklah kalian berusaha.” (HR. Thabrani) hadits lainnya “mencari yang halal itu wajib bagi setiap Muslim” (HR. Thabrani)

Selain sejumlah mahasiswa, Seminar  Sehari  ini  juga dihadiri dosen, staf IAID, praktisi ekonomi syaria’h, dan lain-lainnya.  

Sifat Iri Yang Diperbolehkan

Dari Ibnu Umar R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Tidak Boleh Seseorang Iri Terhadap Orang Lain Kecuali Dalam Dua Hal Yaitu Seseorang Yang Diberi Pengertian Al Qur'an Lalu Ia Mempergunakannya Sebagai Pedoman Amalnya Siang-malam Dan Seseorang Yang Diberi Oleh Allah Kekayaan Harta Lalu Ia Membelanjakannya Siang-malam Untuk Segala Amal Kebaikan."

TOP